![]() |
Obaja Weleli Saflessa |
MEDIA FAJAR TIMUR.COM, Sorong Selatan-- Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Sorong Selatan (SorSel), bakal melaporkan Kepala Distrik Saifi Frengky Ajamsaru,S.Sos ke Kopolisian.
DPC GmnI Sorsel mengabil sikap tegas tersebut menyusul adanya statmen Kepala Distrik Saifi yang mengatakan bahwa GmnI SorSel mencari muka. Selain itu, Frengky Ajamsaru menuding aksi demo yang di lakukan oleh sejumlah kader GmnI beberapa waktu lalu bersama masyarakat Kampung Botain Distrik Saifi Kabupaten SorSel yang mendesak pemerintah kabupaten SorSel segera menyelesaikan wilayah tapal batas antara Kabupaten SorSel dan Kabupaten Sorong di kampung tersebut ada muatan kepentingan.
Obaja Weleli Saflessa, Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Ideologi GmnI SorSel menyayangkan sikap seorang Kepala Distrik Saifi yang tidak berwibawa dengan menyebutkan GmnI mencari muka dan mempunyai kepentingan saat mendampingi rakyat perjuangankan penyelesaian tapal batas Kampung Botai Distrik saifi Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya.
"GmnI SorSel akan melakukan langkah hukum apabila Kepala Distrik Saifi tidak kunjung datang mengklarifikasi pernyataannya di hadapan pengurus dan kader GmnI SorSel. Kami sampai saat ini belum ada etikat baik dari Kepal Distrik untuk menemui kami dan belum ada juga kata maaf darinya," kata Obaja, Jumat (20/1/2023).
Obaja W. Saflessa menegaskan bahwa kepala Distrik Saifi perlu mengklarifikasi bahasanya yang dilontarkan di depan ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten SorSel pada 16 Januari 2023 lalu. Pasalnya, Obaja bersama beberpa kader GmnI SorSel diminta secara organisasi guna memberikan dukungan kepada masyarakat di wilayah tapal batas Kampung Botain Distrik Saifi sehingga melakukan aksi demo pada tanggal 13 Januari 2023.
Ia juga mengharapkan kepada masyarakat yang tidak paham dalam dinamika organisasi agar tidak perlu melihat secara negatif aksi demo yang di lakukan kader GmnI SorSel bersama masyarakat Kampung Boatain.
Bagi Obaja, apa yang dilakukan GmnI bersama masyarakat kampung Boatain untuk menyuarakan kepada pemerintah setempat tentu sudah menjadi bagian dari idelogi perjuangan dan kontrol sosial GmnI bagi pemerintah. Sebab, GmnI sebagai organisasi mahasiswa sudah selayaknya menjadi bagian garis terdepan dalam menyuarakan kepentingan rakyat baik diminta oleh rakyat maupun tidak.
"Apabila masalah demo tersebut tersebut dapat dicampuri oleh mereka yang tidak tau maka semuanya akan diseret melalui jalur hukum yang akan di tempuh GmnI," tutup Obaja dengan nada tegas. (Red/BK)
0 Komentar
Silahlan tulis komentar anda